A. UNSUR DAN SENYAWA
Kalau membuat kue pasti kita harus menyiapkan bahan-bahan dan mencampurkan semua bahan-bahan tersebut. Dapat dimisalkan bahwa bahan itu adalan unsur dan gabungan dari bahan-bahan kue disebut dengan senyawa. Jadi, senyawa merupakan gabungan dari 2 atau lebih unsur yang bergabung secara kimia dengan perbandingan massa tertentu. Sedangkan unsur adalah zat yang tidak dapat dipisahkan lagi menjadi zat yang lebih sederhana melalui proses kimiawi. Semua unsur di alam ini ada 118 dalam tabel periodik.
Jika
gabungan 2 unsur menjadi senyawa, senyawa tersebut dapat ditulis dengan rumus
kimia. Rumus kimia ini menunjukkan komposisi penyusun senyawa tersebut. Contohnya
rumus kimia air yaitu H2O. Air merupakan senyawa dari unsur H dan O.
Cara menentukan rumus kimia tersebut dengan menggunakan perbandingan massa yang
tetap dan tertentu. Contoh lain yaitu garam dapur dengan rumus kimia NaCl. Senyawa
yang terbentuk dari unsur Natrium dan Klor. Dan masih banyak lagi seperti urea,
gula, asam klorida, dll.
B. CAMPURAN
Campuran adalah penggabungan fisik antara 2 macam zat atau lebih yang mempertahankan sifatnya sendiri dan dapat dengan mudah dipisahkan. Campuran bisa terjadi pada zat padat, cair, maupun gas. Terdapat perbedaan antara campuran dan senyawa. Senyawa merupakan kombinasi kimia sedangkan campuran kombinasi fisik. Jenis campuran ada 2 yaitu campuran heterogen dan camuran homogen.
1. Campuran heterogen yaitu campuran antara dua macam zat atau lebih yang partikel-partikel penyusunnya masih dapat dibedakan satu sama lainnya. Contohnya gabungan dari snack makanan seperti keripik singkong, keripik pisang, dan keripik kentang. Contoh lain seperti campuran antara pasir dengan air sehingga nampak batas antara 2 partikel pasir dan air.
2. Campuran homogen yaitu campuran dua zat atau lebih yang sudah tidak dapat terlihat lagi bidang batas antara zat-zat yang dicampurkannya. Contohnya air, lemon dan gula. Campuran bahan tersebut tidak dapat terlihat bidang batasnya karena sudah terbalance satu sama lain. Campuran homogen disebut juga larutan. Larutan terdiri dari zat terlarut dan pelarut. Larutan dapat berupa zat padat, cair, ataupun gas. Zat terlarut dilarutkan oleh pelarut. Gula sebagai zat terlarut sedangkan air sebagai pelarut.
C. PEMISAHAN CAMPURAN
1. Filtrasi
Filtarsi adalah metode
pemisahan campuran untuk memisahkan padatan dan cairan. Metode ini menggunakan
kertas saring untuk memisahkan cairan dengan padatan yang tidak dapat larut berdasarkan
perbedaan ukuran partikel. Contohnya pemisahan kelapa dengan santan, dan
pemisahan kopi dengan air.
2. Dekantasi
Proses ini hampir sama
dengan filtrasi yaitu untuk memisahkan antara cairan dengan padatan. Caranya dengan
menuangkan cairan dengan perlahan sehingga padatan akan tertinggal di dalam
wadah. Proses ini sangat cepat dibanding dengan fitrasi tetapi hasilnya kurang
efektif karena ukuran zat padat masih besar. Contohnya pemisahan air dengan
pasir.
3. Sentrifugasi
Sentrifuasi adalah metode
pemisahan campuran dengan mengganti penyaringan partikel padat yang halus dan
jumlah campurannya sedikit. Proses ini menggunakan alat sentrifugasi yaitu
dengan meletakan cairan ke alat tersebut lalu butiran-butiran dalam cairan akan
mengendap dan cairan dalam berubah wujud. Contohnya pemisahan susu menjadi susu
krim, dan pemisahan bubuk kapur dengan air.
4. Evaporasi
Evaporasi adalah metode
pemisahan campuran dengan cara memisahkan zat padat yang terlarut dalam
larutannya berdasarkan perbedaan titik didihnya. Tekniknya menggunakan teknik
penguapan sama seperti siklus hujan dan penguapan air laut yang akan
menghasilkan garam.
5. Ekstraksi
Ekstraksi adalah metode
pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutan zat terlarut di dalam
pelarut yang berbeda. Contohnya ektraksi jus pada buah.
6. Distilasi
Distilasi adala metode
pemisahan zat cair dari larutannya berdasarkan titik didih. Proses ini dengan
cara melakukan penyulingan caranya, larutan dipanaskan lalu komponen titik
didih yang lebih rendah akan menguap. Contohnya pemisahan air tawar dengan air
laut dan pemisahan minyak bumi.
7. Sublimasi
Sublimasi metode pemisahan
campuran pada sesama zat padat berdasarkan perubahan wujud zat. Proses ini
dilakukan dengan cara menyublim, zat padat yang menyublim akan berubah wujud
menjadi gas ataupun sebaliknya lalu dipisahkan dengan zat padat yang tidak bisa
menyublim. contohnya pemisahan zat pasir dari kapur barus.
8. Rekristalisasi
Metode pemisahan campuran
dengan cara mengkristalisasikan atau mengendapkan zat terlarut dalam larutan
yang awalnya berupa cairan. Proses ini menggunakan suhu rendah untuk membuat cairan
yang mengendap atau dengan melarutkan kristal pelarut kemudian mengkristalkan
kembali. Contonhya proses pembuatan garam di tepi laut oleh penambang garam.
9. Corong
pisah
Proses ini menggunakan alat
corong pisah dengan cara memisahkan 2 cairan yang tidak larut. Cara kerjanya dengan
memasukkan 2 cairan kemudian tunggu hingga membentuk 2 lapisan secara terpisah.
Contohnya memisahkan air dengan minyak.
10. Kromatografi
Kromatografi merupakan metode
pemisahan campuran yang terjadi karena perbedaan kelarutan zat-zat dalam
pelarut. Cara kerjanya yaitu suatu zat akan lebih dulu larut dalam pelarut dan
kurang terabsorbsi kemudian akan bergerak lebih cepat. Contonya untuk menguji
bahan pewarna pada makanan, dan untuk menguji tinta yang digunakan pada
pemalsuan dokumen.
Nama : Indriani Lutfiyyatunnisa
NIM : 1306620035
Prodi : Fisika
