Selasa, 29 September 2020

RESUME KIMIA UMUM : UNSUR, SENYAWA, DAN CAMPURAN SERTA PEMISAHAN CAMPURAN


A. UNSUR DAN SENYAWA

Kalau membuat kue pasti kita harus menyiapkan bahan-bahan dan mencampurkan semua bahan-bahan tersebut. Dapat dimisalkan bahwa bahan itu adalan unsur dan gabungan dari bahan-bahan kue disebut dengan senyawa. Jadi, senyawa merupakan gabungan dari 2 atau lebih unsur yang bergabung secara kimia dengan perbandingan massa tertentu. Sedangkan unsur adalah zat yang tidak dapat dipisahkan lagi menjadi zat yang lebih sederhana melalui proses kimiawi. Semua unsur di alam ini ada 118 dalam tabel periodik.




Jika gabungan 2 unsur menjadi senyawa, senyawa tersebut dapat ditulis dengan rumus kimia. Rumus kimia ini menunjukkan komposisi penyusun senyawa tersebut. Contohnya rumus kimia air yaitu H2O. Air merupakan senyawa dari unsur H dan O. Cara menentukan rumus kimia tersebut dengan menggunakan perbandingan massa yang tetap dan tertentu. Contoh lain yaitu garam dapur dengan rumus kimia NaCl. Senyawa yang terbentuk dari unsur Natrium dan Klor. Dan masih banyak lagi seperti urea, gula, asam klorida, dll.

B. CAMPURAN

Campuran adalah penggabungan fisik antara 2 macam zat atau lebih yang mempertahankan sifatnya sendiri dan dapat dengan mudah dipisahkan. Campuran bisa terjadi pada zat padat, cair, maupun gas. Terdapat perbedaan antara campuran dan senyawa. Senyawa merupakan kombinasi kimia sedangkan campuran kombinasi fisik. Jenis campuran ada 2 yaitu campuran heterogen dan camuran homogen.

1. Campuran heterogen yaitu campuran antara dua macam zat atau lebih yang partikel-partikel penyusunnya masih dapat dibedakan satu sama lainnya. Contohnya gabungan dari snack makanan seperti keripik singkong, keripik pisang, dan keripik kentang. Contoh lain seperti campuran antara pasir dengan air sehingga nampak batas antara 2 partikel pasir dan air.

2. Campuran homogen yaitu campuran dua zat atau lebih yang sudah tidak dapat terlihat lagi bidang batas antara zat-zat yang dicampurkannya. Contohnya air, lemon dan gula. Campuran bahan tersebut tidak dapat terlihat bidang batasnya karena sudah terbalance satu sama lain. Campuran homogen disebut juga larutan. Larutan terdiri dari zat terlarut dan pelarut. Larutan dapat berupa zat padat, cair, ataupun gas. Zat terlarut dilarutkan oleh pelarut. Gula sebagai zat terlarut sedangkan air sebagai pelarut.

C. PEMISAHAN CAMPURAN

1.     Filtrasi

Filtarsi adalah metode pemisahan campuran untuk memisahkan padatan dan cairan. Metode ini menggunakan kertas saring untuk memisahkan cairan dengan padatan yang tidak dapat larut berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Contohnya pemisahan kelapa dengan santan, dan pemisahan kopi dengan air.

2.    Dekantasi

Proses ini hampir sama dengan filtrasi yaitu untuk memisahkan antara cairan dengan padatan. Caranya dengan menuangkan cairan dengan perlahan sehingga padatan akan tertinggal di dalam wadah. Proses ini sangat cepat dibanding dengan fitrasi tetapi hasilnya kurang efektif karena ukuran zat padat masih besar. Contohnya pemisahan air dengan pasir.

3.    Sentrifugasi

Sentrifuasi adalah metode pemisahan campuran dengan mengganti penyaringan partikel padat yang halus dan jumlah campurannya sedikit. Proses ini menggunakan alat sentrifugasi yaitu dengan meletakan cairan ke alat tersebut lalu butiran-butiran dalam cairan akan mengendap dan cairan dalam berubah wujud. Contohnya pemisahan susu menjadi susu krim, dan pemisahan bubuk kapur dengan air.

4.    Evaporasi

Evaporasi adalah metode pemisahan campuran dengan cara memisahkan zat padat yang terlarut dalam larutannya berdasarkan perbedaan titik didihnya. Tekniknya menggunakan teknik penguapan sama seperti siklus hujan dan penguapan air laut yang akan menghasilkan garam.

5.    Ekstraksi

Ekstraksi adalah metode pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutan zat terlarut di dalam pelarut yang berbeda. Contohnya ektraksi jus pada buah.

6.    Distilasi

Distilasi adala metode pemisahan zat cair dari larutannya berdasarkan titik didih. Proses ini dengan cara melakukan penyulingan caranya, larutan dipanaskan lalu komponen titik didih yang lebih rendah akan menguap. Contohnya pemisahan air tawar dengan air laut dan pemisahan minyak bumi.

7.    Sublimasi

Sublimasi metode pemisahan campuran pada sesama zat padat berdasarkan perubahan wujud zat. Proses ini dilakukan dengan cara menyublim, zat padat yang menyublim akan berubah wujud menjadi gas ataupun sebaliknya lalu dipisahkan dengan zat padat yang tidak bisa menyublim. contohnya pemisahan zat pasir dari kapur barus.

8.    Rekristalisasi

Metode pemisahan campuran dengan cara mengkristalisasikan atau mengendapkan zat terlarut dalam larutan yang awalnya berupa cairan. Proses ini menggunakan suhu rendah untuk membuat cairan yang mengendap atau dengan melarutkan kristal pelarut kemudian mengkristalkan kembali. Contonhya proses pembuatan garam di tepi laut oleh penambang garam.

9.    Corong pisah

Proses ini menggunakan alat corong pisah dengan cara memisahkan 2 cairan yang tidak larut. Cara kerjanya dengan memasukkan 2 cairan kemudian tunggu hingga membentuk 2 lapisan secara terpisah. Contohnya memisahkan air dengan minyak.

10. Kromatografi

Kromatografi merupakan metode pemisahan campuran yang terjadi karena perbedaan kelarutan zat-zat dalam pelarut. Cara kerjanya yaitu suatu zat akan lebih dulu larut dalam pelarut dan kurang terabsorbsi kemudian akan bergerak lebih cepat. Contonya untuk menguji bahan pewarna pada makanan, dan untuk menguji tinta yang digunakan pada pemalsuan dokumen.

 

 

 

Nama         : Indriani Lutfiyyatunnisa

NIM            : 1306620035

Prodi          : Fisika

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RESUME MATERI : TERMODINAMIKA 1

TERMODINAMIKA  A. TERMOKIMIA Jenis-Jenis Energi Energi adalah kapasitas untuk melakukan suatu kerja Energi radiasi adalah energi yang be...